Rabu, 07 September 2016

Benua Atlantis-Benua yang hilang




Hm.., karna ini adalah pembukaan, saya akan menjabarkan beberapa hal tentang "Benua Atlantis".
Siapa juga yang nggak kenal sama benua atlantis ? mungkin cuman beberapa orang yang gak tertarik dengan sejarah aja.

Benua Atlantis pertama kali dibicarakan oleh seorang filsafat yunani kuni Plato pada tahun 427-437 SM dalam bukunya yang berjudul Timaeus and Critias. Dalam bukunya ia menceritakan jika Benua Atlantis merupakan sebuah pulau besar yang dikelilingi oleh pulau saat akan berperang melawan Athena tiba-tiba terjadi bencana gempa bumi dan akhirnya lenyap.
Banyak fakta-fakta yang menyebar di internet bahwa benua Atlantis benar-benar ada. Dan ketahuilah, bahwa benua Atlantis memang benar adanya. 
Kali ini tujuan saya adalah menjelaskan kesimpulan dari apa yang saya dapatkan. Beberapa fakta mungkin tidak bisa di dapatkan dari Blog lain.

1. Indonesia merupakan bagian dari Atlantis

Yah.., dilihat dari gambar di atas, tidak heran jika selama ini Indonesia menjadi negara dengan sumber daya alam yang melimpah. Pada tahun 1968, terjadi suatu kejadian aneh dimana lautan bening hingga daratan terlihat jelas dan banyak para penyelam datang untuk menyelam, kemudian banyak penyelam menyaksikan sebuah jalan panjang yang tersusun dari batu balok besar persegi yang tidak mungkin terbentuk oleh alam.
 
Pada tahun 1970-an diadakan penelitian pengeboran dengan kedalaman 800 m akan jalan panjang batu tersebut, dan memang jalan tersebut membentuk sebuah jalan yang mirip dengan lukisan yang ada di catatan Plato, namun apakah tempat tersebut benar-benar Benua Atlantis yang tenggelam masih belum bisa dibuktikan.

Pada tahun 1979 ada sebuah penelitian yang menemukan piramida di dasar laut Segitiga bermuda yang memiliki panjang sekitar 300m, piramida tersebut dibuat dengan ukuran yang sangat akurat dan lebih besar daripada piramida di Mesir.

Pada Tahun 1985 tim peneliti dari Norwegia menemukan sebuah kota kuno yang berada di bawah laut segitiga bermuda, mereka membuat gambar atas apa yang telah mereka temukan, ada sebuah jalan besar dan juga rumah-rumah yang beratapkan kubah.

Nah, Aryso Santos menyatakan hasil penelitiannya bahwa Atlantis terletak pada Indonesia. Dalam bukunya yang telah ia teliti selama 30 tahun berjudul “Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization” yang membandingkan beberapa negara dengan ciri-ciri Benua Atlantis, mulai dari luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi dan cara bercocok tanam yang pada akhirnya ia menyimpulkan jika Indonesia adalah Benua Atlantis, namun banyak peneliti yang belum setuju akan hal ini.

Jika dilihat di peta di atas, Indonesia cuman sebagian kecil, bahkan kurang dari 1/3 benua Atlantis. Coba bayangkan berapa kayanya Atlantis ? Indonesia yang kurang dari 1/3 saja SDA nya sudah jadi rebutan berbagai negara. Jika sampai WW2 Atlantis masih ada, maka pemenang WW2 adalah negara yang berasal dari benua Atlantis. Yah, takdir memang bisa mengubah segalanya.

2. Sisa Benua Atlantis Tersebar Ke Beberapa Bagian Benua Asia dan Australia
Yep, Benua Atlantis telah berpadu dengan benua Asia dan Australia. Kenapa ? Apa kalian pikir segunduk tanah bentuknya akan tetap jika telah menyelam ke dalam air selama beribu tahun ? Tentu saja tidak. 
Benua Atlantis yang awalnya hanya di sekitar Indonesia, tenggelam ke dasar samudra. Apalagi samudranya adalah samudra Pasifik. Samudra yang dalamnya 10.924 m (-35.840 kaki) pasti dapat menghancurkan suatu benua yang tenggelam di dalamnya hanya dengan kurun waktu 1 tahun.

Tentu seperti yang terjadi kepada pecahan kaca, Bagian-bagian dari benua Atlantis pun menyebar setelah hancur oleh tekanan air laut. Setelah hancur, maka pasti akan terpisah dan menyebar kemana-mana. Dan yang paling dekat dengan lokasi Atlantis adalah Asia dan Australia. 

Entah itu dalam bentuk potongan tanah, batu, minyak, emas, atau apapun itu. Tak heran banyak bajak laut yang menemukan harta karun pada 11.000 tahun silam. Mungkin itu adalah beberapa pecahan harta dari Atlantis yang mampu mencapai permukaan.


3. Atlantis Lebih Maju dari Zaman Sekarang
 Pada zaman sekarang, teknologi sudah terbilang cukup maju. Telepon sudah bisa ditaruh di saku, PC/Komputer dengan bermacam fitur dan ukura, memori 32Gb dalam bentuk micro, atau teknologi lainnya.
Alat yang tercipta pada zaman sekarang sudah bisa disebut "canggih". Namun bisa kalian bayangkan, bagaimana majunya peradaban Atlantis yang sudah diakui oleh dunia sebagai benua paling maju ?

Orang-orang di Atlantis mampu memanfaatkan sekitar 30~50% otak mereka. Karna itu mereka dapat menciptakan alat-alat canggih yang berada di luar logika dan akal sehat manusia. Seperti alat anti-gravitasi,alat telepati, atau alat pengobatan yang lebih canggih daripada zaman sekarang. Mereka juga bisa melakukan telepati, berbicara dengan hewan, atau lainnya. Bahkan ada kemungkinan mereka semua adalah ras yang ahli melakukan telekinesis.

Jika saja masih ada orang asli asal Atlantis hidup pada zaman sekarang, itu benar-benar mustahil. Karna saya yakin mereka tidak dapat bertahan hidup dengan kondisi dunia yang sekarang. 

Kehancuran benua Atlantis sendiri sebenarnya masih menjadi misteri. Ada yang mengatakan karena perang, dan ada yang mengatakan itu adalah murni bencana alam. Kalau menurut sahabat blogger ?
 Yah, karna saya merasa ketiga info di atas cukup, maka dengan ini saya akhiri.

Bye~
See you later~